
Jakarta – Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Dedi Supriadi, S.I.K.,M.H beserta sejumlah artis ibukota, turun langsung ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Jakarta dalam rangka melaksanakan kegiatan penyuluhan edukasi untuk menghentikan tindakan bullying dan kekerasan di sekolah.
Dalam acara yang berlangsung penuh semangat, Wakapolres AKBP Dedi Supriadi, S.I.K.,M.H mengungkapkan pentingnya peran bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. “Bullying dan kekerasan di sekolah bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kita perlu bersatu untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar mereka bisa tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang bebas dari ancaman dan ketakutan,” kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan.
Selain Wakapolres, sejumlah artis ibukota juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini untuk memberikan dampak positif kepada para siswa. Mereka membawakan sesi diskusi, cerita inspiratif, dan bahkan melakukan role play untuk menggambarkan situasi bullying dan cara mengatasinya.
Salah satu artis yang turut serta, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, “Kami hadir di sini bukan hanya sebagai figur publik, tetapi sebagai individu yang peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan generasi muda. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, kami berharap bisa memberikan contoh dan inspirasi positif kepada para siswa agar mereka memiliki sikap yang baik dan dapat membantu mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah.”
Kegiatan ini juga melibatkan interaksi langsung antara para artis dan siswa, memungkinkan para siswa untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isu-isu terkait bullying. Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran Wakapolres dan artis ibukota dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami dampak negatif dari bullying dan kekerasan serta merasa lebih aman dan didukung dalam menjalani masa sekolah mereka. Semoga upaya bersama ini dapat menjadi contoh positif untuk sekolah-sekolah lainnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan menghargai perbedaan.
