Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Harun S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung operasi penindakan lawan arus di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan,. Operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengikuti aturan lalu lintas dan menghindari perilaku yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Dalam penindakan ini, Wakapolres AKBP Harun bersama Tokoh Masyarakat dan unit kepolisian setempat, menggelar posko pemeriksaan di beberapa titik strategis di Cipete Selatan. Mereka menghentikan kendaraan yang terbukti melanggar arah lalu lintas yang telah ditentukan. Pendekatan humanis dan dialogis menjadi prioritas dalam penegakan hukum ini, di mana para pelanggar diberikan pengertian tentang risiko yang ditimbulkan oleh perilaku mereka dan diberikan edukasi mengenai aturan lalu lintas yang berlaku.
AKBP Harun dalam pernyataannya menyampaikan, “Penindakan lawan arus ini adalah langkah konkret kita dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib. Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas bukanlah sekadar aturan formal, tetapi juga tentang keselamatan diri dan orang lain. Kami berharap penindakan ini dapat mendorong perubahan perilaku pengendara dan menciptakan kesadaran kolektif untuk taat pada aturan.”
Keselamatan berlalu lintas dan ketertiban di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Melalui tindakan nyata seperti operasi penindakan lawan arus ini, diharapkan masyarakat akan semakin menyadari betapa pentingnya mengikuti aturan lalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Guna untuk meminimalisir akan pelanggaran lalu lintas dengan melawan arus tersebut, tampak Kepala Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Baru Kompol Tribuana Roseno, SH, S.Ik, MH bersama dengan Plt. Kanit Binmas AKP Imam Supriyadi, SH dan Personil Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan pesan Kamtibmas kepada sejumlah pelanggar lalu lintas yang melawan arus di sepanjang jalan tersebut.
Kompol Tribuana Roseno juga menyampaikan bahwa memastikan motor dalam kondisi baik sebelum berkendara merupakan hal penting untuk dilakukan, namun perilaku berkendara dan mematuhi peraturan juga tidak kalah penting untuk dicermati dengan baik.
” Terkait kesalahan melawan arus, seharusnya para pengendara lebih sadar dan berpikir panjang tentang resiko apa yang dapat terjadi dan mengancam keselamatan, bahkan nyawa menjadi taruhan ” ujar Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Kompol Tribuana Roseno, SH, S.Ik, MH.
Keselamatan dan kenyamanan berkendara sejatinya adalah yang utama dan menjadi penting. Berikut bahaya yang didapat jika mengendarai motor dengan melawan arus. Pertama, bahaya yang mengintai adalah rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dimana beresiko terjadinya benturan sesama pengendara yang dapat mengancam keselamatan kedua pengendara.
Kedua, bahaya lainnya adalah jika terjadi kecelakaan, maka pengendara yang melawan arus tentunya menjadi tersangka utama dan menjadi orang satu – satunya yang disalahkan meski bukan sebagai pelaku penabrakan. Sedangkan yang ketiga, terancam pidana dan kurungan penjara jika terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara motor yang melawan arus dan menyebabkan adanya korban jiwa.
” Apapun alasannya, berkendara melawan arus merupakan tindakan yang sangat berbaya, terutama jika diakukan di jalan raya yang cukup padat, karena potensi bahaya bukan hanya bagi si pelaku saja, namun hal ini juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya yang datang dari arah depan ” kata Kompol Tribuana Roseno dengan tegas.
Saat ini masih banyak pengendara motor yang mengabaikan keselamatan saat berkendara. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi setiap harinya, sebut saja pengendara motor yang kerap nekat melawan arus lalu lintas demi dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan dan menghindari kemacetan di Traffic Light Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Padahal, perilaku melawan arus ini sangat berbahaya tidak hanya si pengendara, namun juga bagi pengendara lainnya. Meski begitu, pelanggaran melawan arah seperti sudah menjadi suatu kebiasaan tersendiri. Dimana kelalaian dan kurangnya kesadaran pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada tetap menjadi penyebab utama terjadinya pelanggaran berkendara.
” Selain membahayakan dirinya sendiri, pelanggar lawan arus juga sangat merugikan pengendara kendaraan yang melintas diarah yang benar sehingga kerap menimbulkan kemacetan arus lalu lintas ” terang Kapolsek Pasar Minggu, Kompol David Pratama Purba, SH, S.Ik, M.Ik disela kegiatannya dalam pengaturan arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Selain memonitoring dan melakukan pelayanan pengaturan arus lalu lintas, tampak Kapolsek Pasar Minggu Kompol David Pratama Purba, SH, S.Ik, M.Ik bersama beberapa personil dari Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan tampak menyampaikan pesan Kamtibmas secara humanis kepada sejumlah pelanggar lalu lintas yang melawan arus di sepanjang jalan tersebut.
Kompol David Pratama Purba juga menyampaikan bahwa memastikan motor dalam kondisi baik sebelum berkendara merupakan hal penting untuk dilakukan, namun perilaku berkendara dan mematuhi peraturan juga tidak kalah penting untuk dicermati dengan baik.
” Terkait kesalahan melawan arus, seharusnya para pengendara lebih sadar dan berpikir panjang tentang resiko apa yang dapat terjadi dan mengancam keselamatan, bahkan nyawa menjadi taruhan ” ujarnya.
Keselamatan dan kenyamanan berkendara sejatinya adalah yang utama dan menjadi penting. Berikut bahaya yang didapat jika mengendarai motor dengan melawan arus. Pertama, bahaya yang mengintai adalah rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dimana beresiko terjadinya benturan sesama pengendara yang dapat mengancam keselamatan kedua pengendara.
Kedua, bahaya lainnya adalah jika terjadi kecelakaan, maka pengendara yang melawan arus tentunya menjadi tersangka utama dan menjadi orang satu – satunya yang disalahkan meski bukan sebagai pelaku penabrakan. Sedangkan yang ketiga, terancam pidana dan kurungan penjara jika terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara motor yang melawan arus dan menyebabkan adanya korban jiwa.
” Apapun alasannya, berkendara melawan arus merupakan tindakan yang sangat berbaya, terutama jika diakukan di jalan raya yang cukup padat, karena potensi bahaya bukan hanya bagi si pelaku saja, namun hal ini juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya yang datang dari arah depan ” kata Kompol David Pratama Purba dengan tegas
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Pasar Minggu menyampaikan harapannya kepada masyarakat khususnya pengemudi motor yang kerap berkelakuan buruk dengan melawan arus lalu lintas agar tidak mengemudikan motornya dengan lawan arus meskipun sedang mengejar waktu.
” Sayangilah keluarga anda di rumah dengan selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara di jalan umum ” harapnya
Lebih lanjut, Kapolsek Pasar Minggu menegaskan bahwa pelanggaran lalu lintas adalah awal terjadinya kecelakaan lalu lintas, oleh karena itu tidak ada pelanggaran yang tidak akan terjadi kecelakaan lalu lintas.
” Laka lantas terjadi karena kelalaian seseorang, maka dari itu kami berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran lalu lintas agar tidak terjadi laka lantas ” pungkasnya.
Kapolsek Tebet, Kompol Jamalinus L.P Nababan, S.H, S.I.K., melakukan himbauan secara humanis kepada pemakai jalan yang terjaring melawan arus di Jalan K.H. Abd. Syafei, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Himbauan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan para pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, guna menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi semua pengguna jalan.
Dalam kegiatan peneguran atau himbauan tersebut, Kapolsek Jamalinus menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Dalam suasana yang penuh dengan empati dan pengertian, Kapolsek menjelaskan kepada para pengendara yang melawan arus mengenai risiko yang dapat timbul akibat perilaku tersebut, seperti kecelakaan fatal dan kemacetan lalu lintas.
“Dengan melakukan himbauan ini, kami ingin mengingatkan para pengendara untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Melawan arus bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” ungkap Kapolsek Jamalinus.
Kapolsek juga menambahkan bahwa peneguran secara humanis merupakan pendekatan yang efektif dalam membentuk perilaku positif para pengendara. Dengan berdialog dan memberikan pemahaman mengenai konsekuensi dari tindakan melawan arus, diharapkan akan tercipta kesadaran kolektif untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran tersebut di masa yang akan datang.
Himbauan ini diakhiri dengan harapan agar para pengendara selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengedepankan rasa saling menghormati antar pengguna jalan. Kapolsek Jamalinus juga mengingatkan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan patroli dan pengawasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah hukum Polsek Tebet.
Dengan adanya kegiatan himbauan ini, diharapkan kesadaran para pengguna jalan akan semakin meningkat, sehingga kontribusi positif terhadap keamanan dan ketertiban lalu lintas dapat tercapai secara berkelanjutan.
Ditengah kesibukan dalam aktivitasnya sebagai Kepala Kepolisian Sektor Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Sujarwo, SH, MH dengan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalibata AIPTU Bambang.S melakukan shalat shubuh berjama’ah di Masjid Jami’ Al Mujtamiin, Jl. Warung Jati Barat I RT.006/03 Kalibata, Pancoran – Jakarta Selatan.
Seusai melakukan ibadah shalat shubuh berjama’ah, Kompol Sujarwo bersilahturrahim dengan Ustadz Ubay Haqi selaku Pengurus DKM Masjid tersebut. Selain itu juga tampak beberapa tokoh agama setempat yakni H. Abdul Rusli Molla, H. Dahlan, Ustadz H. Fahmi, Ustadz H. Andri Syarifudin.
Dalam silahturrahimnya, Kompol Sujarwo menyampaikan harapannya kepada para Pengurus DKM Masjid Jami’ Al Mujtamiin beserta para tokoh agama lainnya dan jama’ah untuk bersama – sama lebih peduli dalam menjaga Kamtibmas agar lingkungan selalu selalu dalam keadaan yang aman, damai, dan kondusif.
” Mohon do’a dan dukungan para Pengurus DKM Masjid Jami’ Al Mujtamiin beserta para tokoh agama dan masyarakat setempat untuk bersama – sama menjaga Kamtibmas lingkungan sekitar ” ujar Sujarwo
Selain itu, Kapolsek Pancoran juga meminta dukungan serta kerjasamanya para Pengurus DKM Masjid Jami’ Almujtamiin untuk selalu mengingatkan kepada jama’ahnya dan warga masyarakat lainnya agar bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak termakan issue atau berita yang sifatnya Hoax serta selalu menjaga kesehatan dengan sebaik mungkin mengingat polusi udara di wilayah DKI Jakarta belakangan ini sedang kurang bagus.
Masih ditempat yang sama, apresiasi dan ucapan terimakasih nampak disampaikan oleh Pengurus DKM Masjid Jami’ Al Mujtamiin atas pesan Kamtibmas dan kunjungan Kapolsek Pancoran Kompol Sujarwo, SH, MH di Masjid tersebut.
” Terima kasih kepada Bapak Kapolsek, mudah – mudahan dengan silahturrahim ini dapat terus bersinergi antara aparat Kepolisian dengan Pengurus DKM Masjid Jami’ Al Mujtamiin dalam menjaga kondusifitas kewilayahan ” kata Ustadz Ubay Haqi
” Apabila di sekitar lingkungan terjadi adanya gangguan Kamtibmas, segera hubungi Bhabinkamtibmas atau Polisi RW setempat, dan bisa juga menghubungi call center pelayanan Kepolisian di nomor 110 agar segera ditindak lanjuti ” pungkasnya
Diketahui, silahturrahim Kapolsek Pancoran bersama Pengurus DKM Masjid Jami’ Al Mujtamiin terpantau berlangsung penuh dengan nuansa kekerabatan dan kebersamaan hingga selesai.
Jakarta Selatan, 28 Agustus 2023 – Kapolsek Pancoran Kompol Sujarwo, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan Giat Cipta Kondisi (Cipkon) dengan penuh semangat dan dedikasi dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukumnya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari ini, berbagai metode patroli seperti Patroli Mobile, Patroli Dialogis, Strong Point, dan Patroli Blue Light telah dilakukan untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dalam sambutannya, Kompol Sujarwo tidak lupa untuk menyampaikan terima kasih kepada Lurah setempat yang telah menyediakan tempat apel Cipkon, sebagai wujud dukungan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Pancoran. Selain itu, ia juga memperkenalkan dirinya sebagai Pejabat Kapolsek Pancoran yang baru, sembari berharap akan dapat membangun sinergi yang kuat dengan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas berkaitan dengan kamtibmas.
Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Kapolsek juga memberikan nomor kontak pribadinya kepada peserta apel Cipkon, sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan informasi terkait dengan keamanan dan ketertiban. Kegiatan Apel Cipkon ini tidak hanya dilakukan oleh Polsek Pancoran saja, melainkan juga oleh sepuluh Polsek lainnya di wilayah Jakarta Selatan, menunjukkan kolaborasi yang erat dalam menjaga keamanan seluruh wilayah.
Hasil dari pelaksanaan patroli malam ini adalah berupa tindakan Patroli Mobile, Patroli Dialogis, dan Patroli Strong Point dengan penggunaan lampu Rotator (Patroli Blue Light). Dengan kekompakan dan sinergitas yang terjalin, diharapkan upaya tersebut dapat efektif dalam menekan tindak kejahatan, termasuk di antaranya tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kapolsek Pancoran, Kompol Sujarwo, S.H., M.H., berkomitmen untuk terus berupaya dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Ia mengajak semua pihak, baik aparat kepolisian maupun masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari tindak kejahatan. Dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik.
Dua orang pelaku yang diduga penadah sepeda motor curian berinisial AS ( 44 ) dan AF ( 16 ) yang diketahui keduanya berdomisili di daerah Depok – Jawa Barat, berhasil di tangkap dan diamankan oleh Team Opsnal Unit Reskrim Kepolisian Sektor Pasar Minggu Polres Metro Jakarta Selatan yang dipimpin oleh AKP Sofyan Suri, SH, MH selaku Kanit Reskrim dengan didampingi IPDA Franky Marbun, SH selaku Panit Opsnal.
” Iya betul, semalam pada Sabtu ( 26/08 ) sekira pukul 19.00 WIB, Team Opsnal Reskrim kami yang langsung dipimpin oleh Kanit Reskrim berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku penadahan sepeda motor hasil Curanmor ” terang Kapolsek Pasar Minggu, Kompol David Pratama Purba, SH, S.Ik, M.Ik di Mapolsek Pasar Minggu.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol David Pratama Purba, SH, S.Ik, M.Ik mengungkapkan, penangkapan kedua yang diduga pelaku penadah tersebut berawal dari informasi atau laporan dari seseorang yang dapat dipercaya bahwa ada seseorang yang ingin menjual satu unit sepeda motor Yamaha N Max berwarna hitam dengan nopol B 3218 EOX tanpa dilengkapi BPKB dan diduga menggunakan plat Nopol palsu.
” Menerima laporan itu lanjutnya, Team Opsnal Reskrim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim segera melakukan observasi untuk transaksi dengan pelaku, dan terjadi kesepakatan harga ” jelasnya
Setelah harga disepakati, selanjutnya melakukan transaksi di Jl. Marga Satwa ( Depan BRI ) Kelurahan Pasar Minggu, Pasar Minggu – Jakarta Selatan. Setelah kedua terduga pelaku datang bersama dengan membawa sepeda motor hasil curian, mereka langsung dilakukan penangkapan.
” Setelah berhasil ditangkap, Team Opsnal Reskrim memeriksa kendaraan roda dua tersebut, dan setelah diperiksa ternyata tidak dilengkapi dengan BPKB dan STNK yang patut diduga dari hasil kejahatan ” ungkapnya.
Kedua terduga pelaku penadahan sepeda motor hasil Curanmor tersebut saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
” Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku tersebut terkait asal mula sepeda motor tersebut karena ada dugaan motor tersebut merupakan barang hasil kejahatan ” ujarnya
” Kasus ini masih akan kami lakukan pengembangan dan mengungkap pelaku lainnya,” tutupnya.
Polres Jaksel menggelar Jum’at Curhat, kegiatan dilaksanakan di Kantor Sekretariat RW 01 Jl. Nipah XII No. 01 RW 01 Kel. Petogogan Kebayoran Baru, jum’at.
Kapolres Metro Jaksel, KBP H. Ade Ary Syam Indradi, SH. SIK. MH melaksanakan JUM’AT CURHAT POLDA METRO JAYA.
Kegiatan bertujuan untuk Mendengar ,Mencatat dan Mencari Solusi ” di wilayah RW. 01 Kel. Petogogan Kec. Keb Baru Jak Sel.
Dalam giat, warga Rw. 01 melalui ketua Rw. 01 Bapak Ir. H. Diary Parentssono menyampaikan tentang kondisi keamanan lingkungan diwilayahnya lumayan aman.
Disisi yang sama, ketua LMK Kel. Petogogan Bapak Muslihar menuturkan, bahwa akan mengadakan acara Cikajang Festival pada tanggal 23 dan 24 September 2023 dan mohon dukungannya dari pihak Kepolisisan.
menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Jakarta Selatan KBP H. Ade Ari Syam Indradi, SH. SIK. MH menyampaikan pesan dan himbauan kamtibmas khususnya tentang Curanmor dan masalah Tawuran untuk Curanmor agar selalu waspada karena dalam waktu 3 detik motor bisa hilang dan untuk masalah Tawuran sesuai atensi dari Kapolda dan PJ Gubernur bagi yang terlibat Tawuran akan di cabut KJP nya dan agar warga ikut berperan serta aktif menjaga keamanan lingkungan.
Kapolres juga menyampaikan pelayanan kepolisian Call Center 110 ( bebas Pulsa).
Untuk kegiatan Cikajang Festival nanti akan di bantu untuk masalah perizinan dan terima kasih untuk ibu Bhayangkari di libatkan dalam acara tersebut, ungkap Kapolres.
Aksi nyata gerakan nasional mensyukuri kemerdekaan bangsa dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-78, Polda Metro Jaya melalui Polres Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan bakti sosial berupa pendistribusian buku sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di Indonesia dengan tema “ Polri Peduli Budaya Literasi, Distribusi Buku Sampai Pelosok Nusantara ” yang diselenggarakan di Pesantren Al Kholidin, Jl. Wijaya I Melawai, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan.
Program Pendistribusian Buku tersebut merupakan salah satu gagasan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang dilaksanakan serentak di Polda, Polres dan Polsek seluruh Indonesia mulai dari tanggal 21 Agustus hingga 16 Oktober 2023 dengan target pelosok-pelosok desa, panti asuhan, ponpes dan sekolah-sekolah.
Dalam kesempatan ini Polda Metro Jaya melalui Polres dan Polsek jajaran secara bertahap mulai tanggal 23-27 Agustus 2023 akan menyalurkan lebih dari 10.000 buku dengan sasaran utama daerah yang dianggap memiliki literasi atau budaya membaca buku yang rendah seperti panti asuhan, sekolah dan ponpes yang memiliki kuantitas dan kualitas buku yang rendah.
Kabag SDM Kompol Leny Winarti, SH, MM dengan didampingi Kasubbag Binkar AKP Nurma Dewi, SH dan Kasubbagdalpres AKP Bayu Agung Ariyanto, SH serta Kasubnit Bintibsos Unit Binmas Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Imam Supriyadi, SH turut serta dalam kegiatan ini.
” Selain sebagai peningkatan budaya literasi, kegiatan ini diharapkan juga mampu menangkal radikalisme khususnya pada generasi muda ” kata Kabag SDM Kompol Leny Winarti, SH, MM melalui Kasubnit Binmas Polsek Metro Kebayoran Baru, AKP Imam Supriyadi, SH dalam keterangan tertulisnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Pengurus Pesantren Al Kholidin menyambut baik gerakan tersebut sebagai upaya menggalakan kembali budaya gemar membaca khususnya pada anak muda serta sebagai penanaman kembali nilai-nilai Kebangsaan yang dijiwai keimanan dan ketuhanan.
“ Masih banyak saat ini generasi muda Indonesia yang malas untuk membaca dan lebih menggemari berselancar di dunia maya sehingga tidak ada penyaringan informasi yang sampai kepada mereka hal ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia ” imbuhnya
Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Selatan melalui Kabag SDM berharap, dengan gerakan distribusi buku yang di inisiasi bapak Kapolri ini diharapkan mampu menaikan angka literasi atau budaya gemar membaca yang ada di Indonesia serta dapat memberikan asupan nilai positif khususnya bagi generasi muda Indonesia serta dalam rangka menangkal bahaya radikalisme dan kenakalan remaja.
” Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat ” tutupnya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. H. Ade Ary Syam Indradi, SH, S.Ik, MH dengan didampingi Wakapolres AKBP Harun, SH, S.Ik, MH dan Kapolsek Pasar Minggu Kompol David Pratama Purba, SH, S.Ik, M.Ik melakukan kegiatan bedah buku yang dilaksanakan di Rumah Daulat Buku Komplek Jatipadang Baru No.63 Jatipadang, Pasar Minggu – Jakarta Selatan.
Diketahui, kegiatan yang bertemakan ” Polri Peduli Budaya Literasi, Distribusi Buku Sampai Pelosok Nusantara ” serentak dilakukan seluruh jajaran Polda, Polres, hingga Polsek seluruh Indonesia.
” Selain mengimplementasikan program Kapolri dalam kegiatan Polri Peduli Budaya Literasi, kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud Polri dalam mencerdaskan bangsa dengan gemar membaca ” kata Karo SDM Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Langgeng Purnomo, S.Ik, MH melalui Humas Polres Metro Jakarta Selatan dalam keterangan tertulisnya
” Semoga program Kapolri ini bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat ” harapnya
Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar, dan Rumah Daulat Buku yang diwakili oleh KH. Soffa Ikhsan mengucapkan terima kasih atas bantuan beberapa buku yang telah di berikan langsung oleh Karo SDM Polda Metro Jaya dan Kapolres Metro Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut juga tampak dihadiri oleh AKBP Arie Prasetya Syafaat, S.Ik, MH selaku Kabag Binkar SDM Polda Metro Jaya, AKBP Rimsyahtono, S.Ik, MM selaku Kabagdalpers Polda Metro Jaya, Arief Wibowo selaku Camat Pasar Minggu, dan H. Narip Aripin selaku Lurah Jatipadang.